Home > My Self, Tips, Tutorial > Jangan Jualan di Jejaring Social

Jangan Jualan di Jejaring Social


Jangan Jualan di Jejaring Social

Jangan Jualan di Jejaring Social

Agak kaget juga melihat judul diatas, sebab pada awalnya saya berpikir bahwa situs jejaring social seperti Facebook adalah sebuah media besar untuk saya memulai ‘jualan’.

Setidaknya untuk kalangan teman – teman yang saya kenal. Mulai dari menuliskan tentang informasi produk yang ingin kita jual di status kita sampai mengirimi mereka pesan satu – persatu yang isinya tidak lain memberi informasi tentang produk kita dengan harapan mereka tertarik dan akhirnya membeli.

Lalu kini perhatian saya berubah, saya sudah tidak menulis informasi di wall lagi karna setelah saya lakukan hal itu, kawan – kawan mengomentarinya dengan berkata ‘Duh jualan mulu neh dari kemaren’. Mungkin sekali dua kali saya menulis status di wall yang menginformasikan produk saya, masih bisa mereka terima, namun lama kelamaan akan berdampak buruk terhadap ‘image’ kita sendiri.  Karna memang tujuan facebook adalah sebuah situs social untuk menjalin pertemanan atau menghubungkan kembali persaudaraan yang telah terputus sebelumnya dan bukan untuk ajang penjualan.

Facebook Pages

Sebetulnya saat ini facebook telah menyediakan menu bagi kalangan pebisnis untuk beriklan secara gratis di dalam lingkungan facebook, yaitu ‘Facebook Pages’. Saat ini saya pun memulai dengan membuat Facebook Pages untuk produk yang ingin saya iklankan, saya mulai mengisi content – content yang ada sesuai dengan produknya dan memulai mengundang orang untuk menjadi fan di pages itu. Saya rasa cara ini cukup ‘Sopan’ untuk membentuk sebuah komunitas.

Pages membuat produk itu berdiri sendiri dan bukan menggunakan account personal yang bersangkutan.  Akhirnya saya bebas menulis dan mengisi contentnya sebanyak mungkin tanpa ada sindiran bahwa akun saya ‘hanya untuk jualan mulu’. Kalo mereka tertarik mereka bisa membacanya di pages tersebut dan syukur – syukur mau bergabung menjadi fan.

Markas Besar Online

Membuat Facebook Pages adalah satu dari sekian banyak cara untuk mengembangkan model marketing online yaitu membentuk sebuah ‘Markas Besar Online’. Markas Besar ini bisa berarti ketika seseorang butuh informasi tentang produk kita secara online mereka tahu harus kemana mereka menuju. Bisa berupa website, blog ataupun ya melalui Facebook Pages ini.  Janganlah memfokuskan Pages sebagai tolak ukur keberhasilan brand produk kita di internet dan baiknya jangan menjadikan Facebook Pages sebagai markas besar kita.

Misal Pages kita tersebut berhasil meraih 5000 fan, ok berarti sukses menjadikan Pages tersebut terkenal, lalu mo diapakan fan – fan tersebut ? Bisakah fan tersebut dijadikan pembeli ?  Belum tentu. Tapi bila keadaan itu kita ubah misalkan kita jadikan Pages itu hanya sebagai wadah untuk mempromosikan website kita dan arahkan mereka untuk mengunjungi website atau markas besar kita yang sebenarnya. Disanalah besar kemungkinan transaksi penjualan bisa terjadi.

Ada Aturan Main

Lalu apakah itu berarti facebook tidak bisa dijadikan media promsi kita ? Bisa, namun sekali lagi ada ‘aturan mainnya’. Bisa kita ilustrasikan seperti ini. Saya mempunyai account di facebook, saya menuliskan bahwa keahlian saya adalah dibidang website, saya sering membuat notes yang berhubungan dengan dunia website, bila perlu saya lampirkan pula portofolionya di info account facebook saya.

Lalu saya berteman dengan Andi. Saya akrab dengan dia dan Andi tahu tentang pekerjaan saya dan bidang yang saya geluti. Suatu saat teman Andi, sebut saja Sinta membutuhkan seorang web programmer untuk membuat website company profile di perusahaanya, dan dia bertanya ke andi apakah punya kenalan orang yang bisa membuat website, tentu ada tahu langkah apa yang akan diambil Andi ?

Ya pasti dia akan merekomendasikan saya untuk membantu temannya itu. Hal semacam ini tentunya pasti kita alami di dunia nyata, saya pun sudah, namun untuk dunia maya ini saya masih mencobanya.  Keberhasilan saya berbisnis di online marketing terjadi senin lalu, ketika ada seseorang membaca iklan saya di internet dan tertarik dengan produk yang saya iklankan. Alhasil kita melakukan transaksi dan saling bertukar informasi bersama. Dan bukan hal mustahil suatu saat ketika dia membutuhkan pembuatan website untuk kantornya dia bisa menghubungi saya nantinya.🙂

Niat Baik Diiringi Cara Yang Baik

Seperti itulah kita pun harus pintar – pintar menggunakan media yang ada, jangan sampai kejadian teman sekantor saya yang saking ‘Hot’-nya mengiklankan suatu produk di forum – forum hingga akhirnya dia kena sanksi ‘Banned’ oleh administrator forum tersebut karna memposting iklan tidak di sub forum yang telah disediakan. Apakah hanya dia yang jadi buruk citranya? Tentu tidak, produk yang ingin diiklankannya pun ikut terkena imbasnya, setidaknya itu menurut pandangan saya.

Saat ini pun saya masih belajar untuk menjadi pengguna internet dan media social yang ada dengan baik. Caranya ya banyak – banyak dan banyak belajar dan memahami. Beberapa sumber artikel ini saya dapat dari navinot.com dan beberapa sumber lainnya.

Semoga bermanfaat

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: